Dampingi Menpar ke Bukittinggi, Irman Gusman Soroti Potensi Besar Wisata Sumbar

14
Menpar Wiriyadi Putri Wardhana didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi dan anggota DPD RI Irman Gusman foto bersama di masjid raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi saat berkunjung ke Sumatera Barat,rabu 29/4/26.(foto:dok)
Bukittinggi,92news.id – Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menegaskan potensi pariwisata daerah masih belum tergarap maksimal, meski kontribusinya terhadap ekonomi terus meningkat.
Pernyataan itu ia sampaikan saat mendampingi Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam kunjungan kerja ke Bukittinggi pada 29–30 April 2026.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah destinasi unggulan, seperti Jam Gadang yang akan berusia 100 tahun pada 26 Juni 2026, Ngarai Sianok, hingga pusat kuliner khas Minangkabau.
Irman menilai Sumatera Barat memiliki kekayaan wisata yang lengkap, mulai dari panorama alam, budaya Minangkabau, hingga nilai sejarah. Namun, menurutnya, potensi besar tersebut belum dikelola secara optimal.
“Pariwisata Sumatera Barat ibarat harta karun. Kita punya semuanya—alam, budaya, dan sejarah. Tapi belum dimaksimalkan sebagai kekuatan ekonomi besar,” ujarnya.
Ia menegaskan sektor pariwisata menjadi pilihan paling rasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, sektor ini berbiaya rendah namun berdampak luas langsung ke masyarakat.
“Ini sektor low cost, high impact. Dampaknya cepat dirasakan masyarakat. Karena itu, perlu kebijakan tepat dan dukungan nyata,” katanya.
Irman juga menyoroti pentingnya konektivitas, terutama akses penerbangan, sebagai kunci membuka potensi wisata. Ia menilai Sumbar masih terkendala akses yang terbatas meski memiliki destinasi kelas dunia.
“Kita butuh keberanian membuka jalur baru, termasuk penerbangan langsung dari Bali ke Padang atau Mentawai,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kepulauan Mentawai merupakan aset strategis berkelas global yang harus dikembangkan serius sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara.
“Mentawai adalah frontier pariwisata global kita. Ini harus menjadi bagian strategi besar pariwisata Sumatera Barat,” tegasnya.
Irman mendorong pengembangan pariwisata terintegrasi dengan menggabungkan kekuatan Mentawai sebagai destinasi alam internasional dan Minangkabau sebagai pusat budaya.
Selain itu, ia meminta penguatan promosi melalui program Wonderful Indonesia, pengembangan kawasan berbasis geopark, serta dukungan konkret pemerintah pusat.
Kunjungan ini disambut Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, serta jajaran Forkopimda.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi potensi besar yang dimiliki Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi.
“Bukittinggi sangat indah dan punya daya tarik kuat. Kami melihat peluang besar untuk dikembangkan dalam promosi nasional,” ujarnya.
Kunjungan kerja ini ditutup dengan dialog bersama pemangku kepentingan pariwisata dan peninjauan sejumlah lokasi strategis di daerah tersebut. (***)