Anggota DPR RI Andre Rosiade meninjau kesiapan huntara yang akan digunakan masyarakat terdampak bencana banjir di akhir januari ini.(foto:dok)
Padang Pariaman,92news.id – Harapan warga korban banjir dan galodo di Sumatera Barat untuk segera menempati hunian yang layak kian mendekati kenyataan. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meninjau langsung kesiapan Hunian Sementara (Huntara) di kawasan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (19/1/2026).
Andre memastikan progres pembangunan Huntara berjalan sesuai target. Pembangunan hunian tersebut dikelola oleh Danantara dengan pelaksana PT Nindya Karya dan ditargetkan rampung sepenuhnya dalam pekan ini sebelum diserahterimakan kepada masyarakat terdampak.
Menurut Andre, Huntara Batang Anai direncanakan mulai ditempati warga pada Sabtu, 25 Januari 2026, setelah seluruh proses pembangunan dan pengisian fasilitas pendukung selesai.
“Insya Allah, Sabtu 25 Januari 2026 ini akan diresmikan. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya sekadar punya tempat berteduh, tetapi juga merasa nyaman,” ujar Andre Rosiade.
Andre mengungkapkan, pembangunan Huntara kali ini mengacu pada arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar hunian sementara dibangun dengan standar yang lebih manusiawi. Salah satu peningkatan signifikan terlihat pada spesifikasi bangunan.
Tinggi atap Huntara ditingkatkan menjadi tiga meter dari sebelumnya 2,4 meter. Selain itu, setiap unit dilengkapi plafon agar suhu di dalam ruangan tetap sejuk dan tidak panas meski beratapkan seng.
Tidak hanya itu, Andre menegaskan setiap unit Huntara tidak diserahkan dalam kondisi kosong. Pemerintah melengkapi hunian dengan kasur, kipas angin, hingga lemari untuk menunjang kenyamanan warga selama menempati Huntara.
Pembangunan Huntara dilakukan secara serentak di tiga wilayah terdampak bencana terparah di Sumatera Barat. Di Padang Pariaman, tepatnya Batang Anai, dibangun sebanyak 40 unit dengan progres mencapai 90 persen. Sementara di Kabupaten Agam, kawasan Tanjung Raya, dibangun 50 unit yang tersebar di Linggai sebanyak 30 unit dan Bancah 20 unit. Adapun di Kabupaten Tanah Datar, Malalo, dibangun 28 unit Huntara.
Project Manager PT Nindya Karya, Syafriwal, menjelaskan kawasan Huntara didesain sebagai hunian sementara yang dilengkapi fasilitas komunal. Fasilitas tersebut meliputi delapan unit toilet, dua dapur umum, serta area cuci dan jemuran.
Selain itu, tersedia ruang komunal berukuran 4×8 meter untuk aktivitas dan pertemuan warga. Setiap unit Huntara juga telah terhubung dengan listrik PLN berdaya 900 watt serta dilengkapi jaringan Wi-Fi.
Kawasan Huntara juga menyediakan lahan terbuka yang dapat dimanfaatkan warga sebagai lapangan olahraga, baik untuk sepak bola mini maupun badminton.
Andre Rosiade menegaskan percepatan pembangunan Huntara merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memulihkan kondisi sosial dan psikologis masyarakat pascabencana di Sumatera Barat.
“Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi warga yang terdampak,” tutup Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu. (***)
PADANG,92news.id — Komisi II DPRD Kota Padang secara resmi mengajukan permohonan audit operasional terhadap Perumda Air Minum Kota Padang Tahun Anggaran 2025. Permintaan tersebut...
Padang,92news.id - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada akhir tahun lalu menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur sungai dan berdampak langsung pada...
Padang Pariaman,92news.id -- Anggota DPR RI Komisi VI, Hj. Nevi Zuairina, menghadiri kegiatan serah terima 40 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana banjir...
PASAMAN,92news.id -- Nenek Saudah (68), warga Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, menjadi korban penganiayaan berat pada 1 Januari 2026 setelah berusaha menghentikan...
PADANG,92news.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS)...
Padang,92news.id -- Mediator Komisi Informasi Sumatera Barat (KI Sumbar), Mona Sisca berhasil mendamaikan Sengketa Informasi Publik (SIP) antara Yunzar Lubis dengan Pemerintah Nagari Cubadak...
Padang,92news.id — Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 dengan cara yang jauh dari kesan seremonial. Alih-alih menggelar pesta perayaan, GEKRAFS...
Jakarta,92news.id — Anggota DPR RI Komisi VI, Hj. Nevi Zuairina, menyampaikan bahwa listrik merupakan kebutuhan primer masyarakat, terutama saat terjadi bencana alam. Hal itu...
Padang,92news.id — Wakil Ketua DPRD Evi Yendri rajo Budiman berserta wakil gubernur Sumatra barat Vasko Rusaini Tinjau Huntara kepalo koto Pauh Kota padang
Hal ini...
Jakarta,92news.id - Penyalahgunaan kawasan hutan di sejumlah provinsi di Sumatra dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir.
Temuan ratusan ribu hektare hutan yang digunakan tidak sesuai...