Pertamina Terapkan Sistem Barcode, Konsumen Banyak Tak Punya Android

21
Khadafi Anwar Pembina JPS Sumbar yang juga Ketua IWO Sumbar.(foto:dok)

Padang,92news.id —Upaya stabilkan harga bahan pokok rakyat dan kendalikan angka inflasi di daerah dinilai bayak pihak sulit terwujud.

Tidak saja karena hukum ekonomi yaitu permintaan banyak harga naik, tapi juga karena ulah pertalite dan biosolar, duanya BBM Subsidi yang sangat menentukan mobilitas bahan kebutuhan pokok.

Dewan Pembina Jaringan Pemred Sumbar (JPS) yang juga Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumbar Khadafi Azwar jadi satu dari banyak pihak meragukan harga kebutuhan pokok stabil dan inflasi rendah di Sumbar.

“Bagaimana bahan pokok akan stabil kalau Pertamina akan mulai berlakukan pengurangan Biosolar di seluruh kabupaten dan pemberlakuan barcode bagi pengguna Partalite,” ujar Khadafi Minggu 19/3-2023 di Padang.

Khadafi mengungkap kekhawatirannya ini pas sehari jelang Diskusi Publik JPS yang usung tema Stabilisasi Harga Bahan Pokok. Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H.

“Saya kira wait and see sajalah. Inflasi tinggi sebelum lebaran bukan kabar pertakut,” ujar Khadafi.

Pasalnya kata Khadafi, banyak daerah masyarakat nya masih awam untuk menggunakan Barcode bukan karena tidak bisa tapi karena tidak semua masyarakat mampu membeli HP Android.

“Apalagi di daerah pedesaan masih banyak masyarakat yang kendaraannya tidak bayar pajak. Kini pihak SPBU dipaksa oleh Pertamina menerapkan Barcode sedangkan masyarakat masih awam menggunakannya,” ujar Khadafi.

Secara logika bisnis, SPBU melihat fakta konsumen seperti itu tentu akan dilematis dalam melayani masyarakat.

“Dan informasi dari banyak operator di SPBU sudah banyak mengadukan, bahwa mereka mulai terancam berhadapan dengan masyarakat yang tidak mau beli BBM dengan menggunakan barcode,” ujar Khadafi.

Meminimalisir ancaman ini akhirnya beberapa SPBU asal tidak ribut dengan masyarakat sudah mulai banyak yang tidak melakukan penebusan BBM jenis biosolar dan pertalite .

“Ini tentu bisa saja akan diikuti oleh SPBU lain nantinya. Jika ini dibiarkan berlarut alam nalar saya mengatakan pasti akan jadi masalah menjelang lebaran Idul Fitri 1444 H nanti,” ujar Khadafi. (***)