Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Aqua Dwipayana; Polisi harus Tingkatkan Pola Komunikasi

16
Pakar komunikasi Aqua Dwipayana saat sharing komunikasi bersama anggota Polairud Polda Sumbar,jum'at 24/11/23.(foto:dok)
Pakar komunikasi Aqua Dwipayana saat sharing komunikasi bersama anggota Polairud Polda Sumbar,jum’at 24/11/23.(foto:dok)

Padang,92news.id — Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Aqua Dwipayana, mengatakan, senjata utama polisi adalah komunikasi, tetapi kelemahan utama polisi juga komunikasi.

“Artinya, sebagai anggota Polri komunikasinya harus baik,” kata Aqua Dwipayana, saat sharing komunikasi di Aula Makopolairud Polda Sumbar, Bungus, Padang, Jumat, (24/11) pagi.

Menurut Aqua, anggota Polri bersama keluarganya selalu menjadi sorotan masyarakat, kalau berbuat baik itu dianggap hal biasa.

“Tapi, kalau tidak (berbuat hal buruk) pasti selalu di blow up di media sosial (Medsos). NKRI bisa bertahan sampai kiamat kalau TNI-Polri kompak,” ungkap Aqua.

Ia menyampaikan, soal rezeki tidak usah khawatir, karena sebagai orang muslim, orang beragama sudah tercatat di Lauhul Mahfudz.

“Rezeki tidak hanya semata-mata uang. Rezeki bisa jug silaturahim, seperti saya yang berada di sini saat ini,” sebut Aqua.

Aqua juga menyampaikan konsep hidup, yakni 3 B, berdoa, bekerja dan bersyukur. Oleh sebab itu, tingkatkan kinerja dan komunikasi.

“Berdoa, selalu melibatkan Tuhan dalam kegitan kita. Kita tidak bisa apa-apa tanpa Tuhan, yang hebat itu hanya Tuhan,” sebutnya.

“Bekerja, secara optimal, kalau sudah amanah kerjakan, jangab bicara soal rezeki,” tambahnya,

“Bersyukur, selalu bersyukur. Semakin banyak bersyukur itu akan terlihat kepribadian seseorang,” bebernya.

Ia mengakhiri, supaya selalu menjadi orang baik, sebab hal itu akan membentuk kepribadian.
Lakukan secara konsisten

“Kerja itu ibadah niatkan karena Allah agar bahagia sukses dan berpahala. Bekerjalah dengan sepenuh hati, karena rezeki itu tak terbatas,” pungkas Aqua.

Sementara itu, Dirpolairud Polda Sumbar, Kombespol Sahat Hasibuan, mengatakan, kegiatan ini
untuk meningkatkan pelayanan presisi Ditpolairud ke masyarakat.

“Beliau (Aqua Dwipayana), membagikan motivasi bagaimana polisi dicintai masyarakat, meningkatkan kepercayaan publik,” tutur Sahat.

“Kita sangat beruntung bisa bertatap muka, karena tidak semua bisa bertatap muka dengan beliau,” pungkas Sahat. (*)