GMNI Himbau Agar Pemilu 2024 Tanpa Hoax dan Politik Identitas

46
Pengurus dan anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) deklaraaikan pemilu damai didepan Masjid Raya Sumbar,rabu 24/1/24.(foto:dok)

PADANG,92news.id — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) lakukan Deklarasi pemilihan umum (Pemilu) damai, untuk kemaslahatan semua komponen bangsa.

Deklarasi yang dilakukan di halaman Mesjid Raya Sumatera Barat tersebut, dilakukan untuk menghimbau semua peserta pemilu, pendukung, juga pemilih, untuk bisa berniat bersama mewujudkan pemilu yang sejuk, damai dan berintergrasi, tanpa hoax, provokasi, serta menghilangkan politik identitas.

Deklarasi dipimpin Sekretaris GMNI, sekaligus sebagai kordinator lapangan (Korlap), Pandu Putra, dengan tegas mendukung dan meminta semua pihak agar bisa mewujudkan Pemilu 2024 sejuk, damai, berintegritas tanpa Hoax, hilangkan provokasi, juga politik indentitas.

“Mari kita bersama-sana menuju tempat pemungutan suara, pada 14 Februari 2024 mendatang, gunakanlah hak pilih sebagai keikutsertaan rakyat dalam menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan,” himbau Pandu Putra Utama, yang disambut teriakan setuju dari anggota lainnya, Rabu (24/1/2024)

Pandu juga menambahkan, kondusifitas negara sebelum dan setelah pemilu, sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, karena negara yang kacau akan membuat masyarakat tidak bisa berusaha dengan baik, dan akan selalu dicekam ketakutan, sehingga menyebabkan penderitaan.

“Mari ciptakan kedamaian, dengan menghilangkan politik identitas, berita bohong atau hoax dan jangan masyarakat diprovokasi, tapi berikan edukasi dan tatanan etika untuk saling menghargai, beda pilihan biasa, dan siapa yang terpilih merupakan yang terbaik, juga karena kehendak Allah SWT,” tambah Pandu.

Dikatakannya pula, negara ini ada dan dibangun secara bersama-sama oleh semua Agama, Ras, serta Golongan yang ada di negri ini, maka selalu bergandengan tangan untuk kedamaian negri.

“Jadikan pemilu sebagai perekat dan perbaikan negara, jangan dijadikan sebagai ajang adu kekuatan, yang akan membuat negara terpuruk karena perpecahan,” tutup Pandu mewakili teman-temanya.(ald)