Foto Syuurr Oknum Pejabat Beredar.. JPS: Jangan Tarik Kesimpupan dari Asumsi Semata

35
Adrian Tuswandi Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS).

Padang,92news.id — Heboh dan sedang viralnya dan malah tengah menjadi gunjingan netizen di berbagai platfrom media sosial.

Yaitu tentu beredarnya deras foto syuurr diduga oknum pejabat di daerah Sumatera Barat di lini massa.

Parahnya lagi dari berbagai ciutan di whatsapp group dikatakan oknum pejabat itu bakal mendapat jabatan mantap dan strategis tingkat provinsi.

Foto syuur itu pun jadi ulasan banyak netizen, bahkan disebutkan lokasinya di rumah sakit.

Ngeri kalau kita baca cuitan netizen itu satu persatu, tapi yang jelas jangan cepat sambil kesimpulan dari asumsi semata apalagi terjebak pada trial by presss.

“Saya berarpa kejadian prilaku tak senoboh diduga oknum pejabat itu, publik dan netizen jangan cepat ambil kesimpulan dari asumsi yang beluh tentu sahih,” ujar Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Adrian Tuswandi Selasa 11/4-2023 saat dimintai tanggapan tentang foto syuurr pejabat yang beredar di berbagai media sosial ada yang vulgar ada yabg dikasih gambar emot di wajah si oknum pejabat itu bahkan sudah tayang diberita media online besar di Sumbar.

Menurut Adrian pola pengkebirian terhadap seorang pejabat atau politisi seperti ini sudah lazim terjadi.

Bahkan pernah terjadi pejabat lolos seleksi siap dilantik batal karena isu perselingkuhan dan foto syuur diumbar ke media sosial dan jadi gunjingan netizen dan gorengan buzzer dadakan.

“Stop tryal by press, Pres sebagai alat kontrol iya, tapi tidak menjadi kebenaran absolut, apalagi foto syuuurr pejabat itu dikait-kaitan dengan persaingan atau politik jabatan di rumah bagonjong (nama lain dari Kantor Gibernur Sumbar, red) atau sampai dikait-kaitkan pula pada kedekatan dengan pimpinan tertinggi, meleset itu, “ujar Toaik biasa Ketua JPS ini disapa banyak kalangn di Sumbar.

Toaik tidak menghempang kebebasan berpikir dan berpendapat siapa saja baik dicurahkan di media mainstream atau di media sosial.

“Silahkan terlusuri dulu fotonya betul kah terjadi baru-baru ini, atau jangan-jangan foto lama diupgrade dengan kondisi kekinian, atau karena kecanggihan teknik rekayasa foto saat ini yang aplikasinya mudah didapat dan dipelajari. Kalau itu tidak,.maka oknum pejabat begituan harus dikenakan sanksi tegas,”ujar Toaik. (***)

…KLIK DI SINI