DPD Satupena Sumbar Gelar Orasi Budaya dan Berikan Penghargaan

28
DPD Satupena gelar halal bi halal dan orasi kebudayaan di hotel Kyriad Bumi Minang, sabtu 29/04/23.(foto:dok)

Padang,92news.id –Halal bi halal (HBH), orasi budaya, dan penyerahan penghargaan yang diselenggerakan DPD Satupena Sumatera Barat, Sabtu (29/4/2023) di Hotel Kyriad Bumi Minang, Padang sukses dan tentunya kian menumbuhkan tali silaturahmi di antara keluarga besar Satupena Sumbar.

Ketua DPD Satupena Sumbar Sastri Bakry bersama Sekretaris Armaidi Tanjung menyebutkan, halal bi halal ini adalah bagian dari upaya merajut silaturahmi.

“Berhubung pula saat ini momen ulang tahun Satupena. Setidaknya, kegiatan ini bisa kita jadikan sebagai ajang evaluasi sambil bersilaturahmi,” katanya.

Sastri Bakry menyinggung kurangnya penghargaan dari daerah ini terhadap karya anak daerahnya.

“Saya malah sering dapat penghargaan itu dari luar, bahkan dari luar negeri. Sementara dari daerah sendiri, jarang dapat penghargaan,” ulas Sastri.

Menurutnya, dua orang anggota dan tokoh Satupena Sumbar diberikan penghargaan, setelah melalui proses, dan memang patut pula mendapatkan itu.

Kedua tokoh itu adalah Saunir Saun dan Yurnaldi. Saunir Saun terkenal rajin menulis di media sosial. Tiap sebentar keluar tulisannya, meski dia memposisikan dirinya bukan penyair.

Sementara, Yurnaldi tokoh pers profesional, banyak melahirkan karya tulis buku. Mantan wartawan Kompas ini terkenal sebagai wartawan hebat, dan puluhan buku jurnalistik sudah beredar luas di tengah masyarakat.
Dua tokoh penerima penghargaan mendapatkan 1. Piagam penghargaan atas capaian karya, 2. sekumpulan buku karya penulis terbaik, 3. mendapatkan kontrak penerbitan bersama Satu Pena Sumbar, 4. mendapatkan hak kehormatan VIP dalam setiap acara Satu Pena di Sumbar.

Prof. Haris Efendi Thahar dalam orasi budayanya menyampaikan, menulis tidak bisa tanpa membaca. “Lewat tulisan itulah karya kita abadi, dan dikenang sepanjang masa,” kata Harris.

Harris mencontohkan, betapa Buya Hamka dikenang sampai sekarang lewat karya tulisnya. Begitu juga Pramoedya Ananta Toer. Sastrawan Indonesia ini mengatakan, bila ingin dikenang sejarah, maka menulislah.

Prof. Haris Efendi Thahar juga menyinggung para penulis sekarang yang kurang memperhatikan kaidah bahasa kepenulisan. “Banyak penulis sekarang yang royal kata-kata. Dalam sebuah karya buku ini kurang bagus,” kata Harris.

“Bahasanya panjang, sepanjang tali beruk. Padahal, bila dibaca ulang, hanya memiliki nilai poin sedikit,” ujarnya.

Kadis Arsip dan Pustakaan Sumbar Jumadi yang mewakili Wagub Audy Joenaldy memberikan apresiasi atas kegiatan Satupena itu.

Halal bi halal ini diawali dengan tausiyah agama oleh Satria Efendi Tuanku Kuniang dari Padang Pariaman.

Hadir dalam acara itu, selain para penulis Sumbar adalah Kepala PPSDM Regional Bukittinggi, Sarjayadi bersama keluarga, Dekan FIB Unand dan sejumlah wartawan serta tokoh masyarakat dan bundo kanduang.