Buka Pelatihan Relawan Kebencanaan, Hidayat: Peran Serta Jurnalis Sangat Diperlukan

22
Anggota DPRD Sumbar Hidayat dari Fraksi Gerindra saat akan membuka pelatihan relawan bencana zona Kota Padang di Axana Hotel,

PADANG,92newsid — Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Partai Gerindra, H. Hidayat, SS, M.Si, menegaskan pers sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan berbagai sektor termasuk penanggulangan bencana. Karena itu, penguatan peran kebencanaan bagi kalangan jurnalis sangat perlu dilakukan, mengingat Sumbar sebagai etalase bencana.

“Peran media sangat strategis dalam mempercepat sosialisasi dan publikasi serta informasi bagi masyarakat terkait bencana. Informasi serta advokasi media sangat perlu dilakukan, termasuk pentahelix bagi kalangan media sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Hidayat yang juga anggota Komisi V DPRD Sumbar dalam sabutannya saat membuka Pelatihan Relawan Kebencanaan Zonasi Kota Padang (Jurnalistik Kebencanaan), Kamis (16/11/2023) di Axana Hotel Padang.

Terkait dengan Sumbar sebagai etalase, lanjut Hidayat, yang juga Ketua IKA Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand, maka sangat perlu diperbanyak kegiatan-kegiatan edukasi kebencanaan pada masyarakat, sehingga diharapkab dapat mengurangi tingkat resiko saat bencana terjadi.

“Penguatan dan pemahaman kebencanaan bagi kalangan jurnalis sangat perlu dilakukan, khususnya dalam percepatan penyampaian informasi kepada masyarakat. Karena itu, jangan hanya melalui pokir saja, kegiatan ini harus selalu dilakukan,” ucap Hidayat yang mengalokasikan anggaran pokirnya untuk pelatihan ini.

Sebelumnya, Kalaksa BPBD Sumbar yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Fajar Sukma mengatakan bahwa secara garis besar, BPBD Sumbar memang membutuhkan support besar dari berbagai stakeholder. Karena, Sumbar termasuk kawasan yang menjadi supermarketnya bencana.

“Ada 7 Kabupaten dan Kota di Sumbar yang terancam megatrust, termasuk ancaman sesar semangko. Sumbar memiliki 8 sesar semangko. Juga ancaman gelombang air, banjir dan longsor. Sumbar memang masuk daerah yang memiliki zona resiko tinggi bencana,” ungkap Fajar dalam Bimtek Jurnalistik Kebencanaan bagi para wartawan media televisi, cetak, elektronik dan media online.

Karena itu, lanjut Fajar Sukma, BPBD Sumbar selalu gencar melakukan berbagai sosialisasi dan pelatihan kebencanaan serta penanganan pascabencana bagi siswa dan masyarakat.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin kita laksanakan. Dukungan berbagai pihak sangat kami perlukan,” pungkas Fajar dalam acara yang diikuti sekitar 100 jurnalis di Kota Padang. (ms/ald)