Tim ( KaJe, Toaik, Maskot, Aci) saat berkeliling stasiun Gambir .erasakan kenyamanan stasiun tua itu.(foto:dok)
Jakarta,92news.id — Bak bait lagu Bang Iwan Fals,
…duduk aku menunggu tanya loket dan penjaga, kereta tiba pukul berapa?
…biasanya kereta terlambat dua jam, itu biasa…
Kini, ke depan gak ada istilah itu lagi, lagu itu tercipta di masanya saat jadul (jaman dulu) ya. Saat potret stasiun, lumrah melihat sumpek dan semrautnya, pedagang asongan berebut dengan pedagang kaki lima, buruh stasiun saling tarik menarik barang penumpang.
Di Stasiun Gambir kini, perdaban berstasiun dan berkereta api dimulai.
Moda Kereta Api tidak pernah karatan, dia mengikuti derap langkah kemajuan zaman dan meninggikan peradaban, bersih, tertib dan nyaman, terpenting on time setiap keberangkatan dan kedatangan. Tak salah kalau Moda darat satu ini jadi life style Gen Z.
“Dari data kekinian seiring tata kelola staiaun dan kereta api yang modern, Gen Z sangat memggandrungi bepergian dengan kereta api. Bahkan idul fitri 2026, diperkirakan kereta api menjadi pilihan gavorite pemudik dari Jakarta ke darah lain di Pulau Jawa,”ujar Direktur Pengembangan Bisnis PT KAI Rafli Yandra mewakili Dirut PT KAI Bobby Rasyidin, Senin sore di Gambir.
Dan dari stasiun Gambir ini lah tim konten jelang mudik lebaran terdiri dari kreator dan editor junior memulai ‘ekapedisi punggung jawa’, Senin 2-6 Maret 2026
Fungsi Stasiun Gambir di Peta Lintasan Kereta Api Jawa
Dari banyak literiasi ternyata kata Kepala Tim Ekapedisi Punggung Jawa, KaJe, Stasiun Gambir memiliki peran sangat penting dalam sistem perkeretaapian di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.
“Gambir ini dari zaman Batavia, proklamasi sampai era reformasi, punya fungsi utama yakni, Stasiun Sentral Kereta Api Jarak Jauh. Gambir menjadi titik keberangkatan dan kedatangan utama kereta api kelas eksekutif dan sebagian bisnis dari Jakarta menuju berbagai kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Malang, hingga Solo,”ujar KaJe dalam diary perjalanannya bersama Maskot, Toaik dan Aci.
Gerbang
Gambir juga menasbihkan bahwa transportasi nasional dari ibu kota, karena lokasinya di pusat Jakarta (dekat Monas dan kawasan pemerintahan), Gambir berfungsi sebagai pintu mobilitas nasional, terutama bagi pejabat, pelaku bisnis, dan masyarakat yang bepergian antarkota.
“Dari Gambir kita bisa tatap tinggi mahligai Monas, dan Gambir kini sangat legend tapi dikelola modren, ada scand wajah, e tiket dan cetak e tiket, fasilitas pendukung Stasiun Gambir itu ramah kaum milenial dan Gen Z,”ujar Toaik
Origin Station
Gambir itu, titik awal (origin station), titik akhir perjalanan, serta stasiun pengaturan jadwal dan perputaran rangkaian kereta.
Stasiun Gambir jadi simpul integrasi transportasi kota. Stasiun Gambir terhubung dengan berbagai moda transportasi lain seperti TransJakarta,
taksi dan transportasi online,
bus antarkota, sehingga memudahkan perpindahan penumpang.
Stasiun Gambir sejak Era Kolonial
Stasiun Gambir bia masuk kategori Heritage Stasiun karena punya fungsi Historis dan Simbolik, malah sudah ada sejak era kolonial, Stasiun Gambir di era penjajahan disebut Stasiun Weltevreden.
“Gambir tidak sekedar pemberhentian saja, dia sejak era penjajah menjadi pusat transportasi penting Batavia dan menjadi saksi bisu perkembangan jaringan rel kereta di Jawa,”ujar Maskot.
Artinya Gambir adalah stasiun utama Jakarta untuk perjalanan kereta api jarak jauh, sekaligus simpul strategis dalam jaringan rel nasional.
“Dari Gambir bisa ke stasiun mana aja di Pulau Jawa,”ujar KaJe.
Stasiun Gambir, kala Jakarta tempo dulu, saat senja jatuh perlahan di halaman stasiun, Jakarta waktu itu masih dipanggil Batavia oleh sebagian orang tua.
Deru lokomotif diesel terdengar berat, bercampur suara peluit panjang yang menjadi tanda perpisahan.
Lampu-lampu kuning temaram menyala satu per satu, memantul di lantai stasiun yang basah oleh gerimis sore.
Di luar pagar stasiun, delman masih hilir mudik membawa penumpang. Pedagang koran menjajakan berita sore, sementara aroma kacang rebus dan kopi tubruk menguar dari warung kecil di sudut peron.
Itulah suasama Gambir waktu itu, kini sangat mudah memperoleh, terutama dari bernagai literasi kisah tengang Gambir Tempo Dulu.
Stasiun Gambir tidak sekadar tempat naik kereta, tapi gerbang harapan bagi mereka yang hendak mengadu nasib ke kota lain.
Orang-orang datang dengan koper kaleng dan tas anyaman. Ada ibu yang menangis melepas anaknya merantau, ada tentara muda berpamitan sebelum bertugas, ada pula pegawai negeri yang pulang kampung setahun sekali saat Lebaran. Tangis dan tawa bercampur tanpa perlu banyak kata.
Dari peron Gambir, Jakarta tempo dulu terlihat lebih pelan, tak ada gedung tinggi. Moda pesaing kereta api tak semeluber kini.
Jakarta pun belum ada gedung menjulang tinggi, hanya siluet Monas yang berdiri anggun dah syahdu di kejauhan, dikelilingi pepohonan rindang dan jalanan yang belum sesak kendaraan.
Kereta berangkat perlahan, roda besinya beradu dengan rel seperti mengulang pesan lama, yaitu di setiap perjalanan selalu meninggalkan cerita, dan Gambir adalah kenangan yang gak pernah benar-benar pergi.(tim)
Padang,92news.id -- Partai NasDem Sumatera Barat menggelar acara buka bersama dan santunan anak yatim di NasDem Tower Sumatera Barat, Senin, 2 Maret 2026, pukul...
DHARMASRAYA,92news.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Evi Yandri Dt Rajo Budiman menegaskan kebijakan Pajak Air Permukaan (PAP) di Sumbar dirancang melalui kajian...
Dharmasraya,92news.id -- DPRD dan Pemprov Sumbar terus menggencarkan sosialisasi pajak air permukaan (PAP) ke daerah-daerah. Senin(2/3) sosialisasi dilakukan di Kabupaten Dharmasraya, yang menjadi daerah...
Bantul,92news.id -- Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Siti Hediati Soeharto akrab disapa Mbak Titiek, melakukan kunjungan langsung ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)...
Padang,92news.id -- Keputusan Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswillub) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Sumatera Barat secara aklamasi menetapkan Muhammad Dien sebagai Ketua PII Sumbar periode...
Padang,92news.id — Pengurus Daerah (PD) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sumatera Barat menggelar kegiatan Safari Ramadan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta penyaluran...
Padang,92news.id -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD) RI asal Sumatera Barat, Muslim M. Yatim, mengingatkan pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret menyusul meningkatnya...
PADANG,92news.id – Anggota DPD RI Buya Muslim M Yatim kembali membagikan nasi berkah kepada masyarakat. Bila sebelumnya dibagikan pada masyarakat miskin dan terpapar covid...
Tanjung Alam,92news.id - Sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di...
JAKARTA,92news.id – InJourney Aviation Services (IAS) selaku sub-holding dari InJourney, bersama PT Republik Manor Propertindo secara resmi menandatangani naskah kerjasama dan sepakat berkolaborasi dalam...